Ia merasa kalau Indonesia butuh figur pemimpin yang bisa menghilangkan pembelahan di masyarakat akibat pilihan politik yang telah melahirkan kelompok 'cebong' dan 'kampret' dan tersisanya jejak polarisasi di Pilgub 2017
"Agar menjadi rukun tentram dan damai, selama ini belum dipersatukan dan masih terbelah dalam kedua kubu," pungkasnya.
"Saya bisa memecah kebuntuan yang ada. Logis apabila saya menjadi sebagai cawapres dipasangkan dengan Ganjar karena akan saling mengisi," jelasnya.
Novel merasa ia adalah representasi tokoh agamis, dan merasa sangat pas jika melengkapi aspirasi nasionalis dari Ganjar.
"Permasalahan cebong dan kampret akan tuntas dan ini mewakili suara nasionalis dan agamis," tutupnya.
Sumber: wartaekonomi
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan
Kaesang Pangarep Berjanji Keras di Rakernas PSI: Targetkan Kemenangan Besar di Pemilu 2029
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026