"Harus dicek betul (rekam jejak capres yang mau dipilih). Pernah nggak calon pemimpin kita, calon presiden kita ini memecah-belah umat. Kalau pernah (memecah belah umat) jangan dipilih," tambahnya.
Tak sampai di situ, Menag Yaqut juga mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap calon pemimpin yang menjadikan agama sebagai sarana untuk mencapai ambisi politiknya.
Kita lihat calon pemimpin kita ini pernah menggunakan agama sebagai alat untuk memenangkan kepentingannya atau tidak. Kalau pernah, jangan dipilih," tegas Gus Yaqut.
Terakhir, Menag mengingatkan bahwa esensi agama adalah untuk melindungi kepentingan masyarakat.
"Umat Islam diajarkan agar menebarkan Islam sebagai rahmat. Rahmatan lil 'alamin, rahmat untuk semesta alam. Bukan rahmatan lil islami, tok," pungkas Menag Yaqut.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen