“Tentu sama sekali tidak etis, sebagai Menko, seharusnya ia bisa menjaga jarak,” kata Dedi.
Menurut pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, cara-cara Luhut yang demikian bisa menggerus elektoral Partai Golkar.
Di tak hanya itu, Dedi menilai Luhut yang mengklaim kritiknya sebagai upaya menjaga Partai Golkar adalah salah kaprah. Sebaliknya, mengumbar kondisi internal partai di ruang publik sama saja dengan berupaya merusak marwah partai.
Terlebih, menjelang Pemilu 2024, di mana Golkar tengah melakukan penjajakan koalisi dengan sejumlah partai politik.
“Bisa merusak. Bukan tidak mungkin Golkar dan Airlangga mendapat masalah karena faktor masih memberi peluang partai berkomunikasi dengan Koalisi Perubahan,” pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen