Keberhasilan pendampingan UMKM tercermin dari kisah Nur Parwanto Silver di Kotagede, Yogyakarta, yang menjadi contoh nyata sinergi antara dukungan pembiayaan dan pengembangan kapasitas usaha.
Jaringan Layanan dan Transformasi Digital
Dengan jaringan luas yang mencakup 9 Kantor Wilayah, 54 Kantor Cabang, dan 15 Kantor Unit Pelayanan di seluruh Indonesia, Jamkrindo memastikan akses layanan penjaminan dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil.
Direktur Manajemen SDM, Umum, dan Manajemen Risiko Jamkrindo, Ivan Soeparno, menyatakan perusahaan terus memperkuat fondasi melalui transformasi digital, pengembangan produk penjaminan yang fleksibel, serta penguatan manajemen risiko berbasis data.
Peran Strategis Industri Penjaminan
Managing Partner BUMN Research Group – LM FEB UI, Toto Pranoto, menilai industri penjaminan memegang peran penting dalam memperkuat fondasi UMKM Indonesia. "Keberhasilan sektor penjaminan tidak cukup hanya dilihat dari kemampuan mencetak keuntungan, tetapi dari sejauh mana peran lembaga penjaminan membantu pelaku usaha kecil naik kelas," ujarnya.
Toto menambahkan bahwa Jamkrindo diharapkan dapat terus memperluas jangkauan penjaminan dan menghadirkan inovasi yang mendorong UMKM berkembang. "Profit tetap penting, tetapi dampak sosial ekonomi bagi UMKM menjadi ukuran yang tidak kalah strategis," pungkasnya.
Artikel Terkait
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak, dan Prospek ke Depan
IHSG Rawan Koreksi 5 November 2025: Analisis Teknis & Rekomendasi Saham PTBA, MYOR, HEAL
IHSG Melemah 0,51% ke 8.200, RISE dan IPAC Jadi Top Losers Terbesar
CBRE (Cakra Buana Resources Energi) Raih Pinjaman Rp803 Miliar dari BRI untuk Kapal Hai Long 106: Strategi dan Dampaknya