Melalui penerbitan 600 juta saham baru, aksi korporasi ini berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp486 miliar. Dana hasil PMTHMETD ini akan dialokasikan secara strategis untuk beberapa keperluan, yaitu:
- Belanja modal
- Kebutuhan modal kerja
- Pelunasan utang bank
Langkah ini sejalan dengan upaya perseroan dalam memperkuat struktur permodalan. Private placement ini tidak hanya memperkuat modal perusahaan, tetapi juga memberikan fleksibilitas yang lebih besar untuk mendukung berbagai inisiatif strategis dan membuka peluang pertumbuhan jangka panjang.
Ekspansi dan Prospek Akuisisi Impack Pratama
Ke depan, Impack Pratama terus aktif menjajaki berbagai peluang pertumbuhan, termasuk melalui akuisisi. Perseroan terbuka untuk peluang akuisisi baik di dalam maupun luar negeri.
Posisi keuangan yang kuat menjadi modal penting dalam strategi ini. Impack didukung oleh beberapa faktor kunci, di antaranya:
- Kas konsolidasi yang solid
- Kemampuan menghasilkan EBITDA yang konsisten
- Ketersediaan fasilitas pinjaman bank yang memadai
Dengan fondasi keuangan yang kuat ini, perseroan memiliki kapasitas untuk bergerak cepat dan tepat ketika menemukan target akuisisi yang sesuai dengan rencana strategis bisnisnya.
Artikel Terkait
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak, dan Prospek ke Depan
IHSG Rawan Koreksi 5 November 2025: Analisis Teknis & Rekomendasi Saham PTBA, MYOR, HEAL
IHSG Melemah 0,51% ke 8.200, RISE dan IPAC Jadi Top Losers Terbesar
CBRE (Cakra Buana Resources Energi) Raih Pinjaman Rp803 Miliar dari BRI untuk Kapal Hai Long 106: Strategi dan Dampaknya