"Mendapat info itu, saya bersama Kabag Ops Polres Sorong langsung menuju TKP dan olah TKP. Setelah itu membawa jenazah ke RSUD Sele be Solu," ungkap Edwin.
"Jadi saya langsung mengawasi pelaksanaan visum. Untuk hasilnya akan keluar dua sampai tiga hari."
"Namun, saya menyaksikan dan mengamati tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," jelas Edwin.
Polisi akan Panggil Orang yang Terakhir Berkomunikasi dengan Bripda RRN
Lebih lanjut, AKBP Edwin Parsaroan mengungkapkan pihaknya telah memeriksa ponsel Bripda RRN.
Hasilnya, ditemukan sebuah percakapan dengan seseorang.
Tetapi, Edwin mengatakan pihaknya belum bisa membeberkan, apa isi percakapan tersebut.
Kendati demikian, ia memastikan pihaknya akan mencari orang yang terakhir berkomunikasi dengan Bripda RRN.
Hal ini untuk mengetahui motif Bripda RRN nekat mengakhiri hidupnya.
"Untuk motif kami masih mendalami karena tidak ada orang lain di sekitar TKP," ungkap Edwin.
"Kami masih tunggu kehadiran satu orang saksi dan kami masih mencari satu orang yang terakhir berkomunikasi dengan korban."
"Ini bisa menjadi indikasi motif dari kasus korban," imbuh dia.
Sebagai informasi, Bripda RRN baru bekerja sebagai ajudan Wakapolres Sorong selama tiga bulan
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi TKA China Aniaya Pekerja Lokal & Respons Polisi
Longsor Cisarua Bandung: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas