Namun, proses pra rekonstruksi itu menimbulkan kekecewaan pada pihak keluarga dan kuasa hukum Pegi Setiawan. Pasalnya, penyidik dari Polda Jabar tidak memberitahu mereka terkait kegiatan tersebut.
"Sangat kecewa, karena tidak ada pemberitahuan (pra rekonstruksi),’’ ujar Kartini, ibu kandung Pegi Setiawan, saat datang untuk melihat pra rekonstruksi di Jembatan Talun, Cirebon.
Kartini pun mengaku tidak mengetahui apakah anaknya dihadirkan dalam pra rekonstruksi itu atau tidak. Dia tidak mendapatkan informasi sama sekali mengenai keberadaan anaknya. "Saya tidak tahu Pegi ada di dalam mobil atau tidak. Saya tidak diberitahu,’’ ucap Kartini.
Hal senada diungkapkan salah seorang tim kuasa hukum, Toni RM. Dia pun mengaku tidak diberi tahu mengenai kegiatan pra rekonstruksi itu.
‘’Tadi prarekonstruksi ini kami tidak dikabari. Buat kami dari hasil prarekonstruksi tadi tidak ada hasil apa-apa karena kami belum ketemu dengan Pegi Setiawan. Dan kami belum melihat adegan yang diperagakan,’’ kata Toni.
Toni pun mengapresiasi tingginya antusiasme warga yang datang memadati lokasi pra rekonstruksi. Bahkan, ada pula warga yang meminta agar Pegi dibebaskan.
"Kami gak nyangka, antusias dari warga cukup banyak, seperti nonton konser. Ketika ditanya, ingin ketemu Pegi, ada juga yang bilang, bebaskan Pegi,’’ tutur Toni.
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi TKA China Aniaya Pekerja Lokal & Respons Polisi
Longsor Cisarua Bandung: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas