Melansir dari Breaking News langkah ini membuat Ryanair terpaksa memangkas tarif untuk mengisi kursi, menyebabkan pemangkasan perkiraan keuntungan setahun penuh.
Hal ini semakin rumit dengan persaingan dari maskapai penerbangan bertarif rendah lainnya, termasuk Wizz Air.
Baca Juga: Bencana Badai Isha di Inggris Seluruh Perjalanan Terdampak
Wizz Air, sebagai pesaing utama, mencatat peningkatan yang mengesankan dalam jumlah penumpangnya selama bulan Januari, melonjak 14,2% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total 4,7 juta penumpang.
Meskipun demikian, Wizz Air juga mengalami penurunan faktor muatan dari 86% menjadi 82%, sebagian akibat dari peningkatan lalu lintas satu arah dan juga sebagai respons terhadap konflik di Timur Tengah.
Baca Juga: Seorang Wanita Thailand Terjebak di Jembatan Gantung Tua Akibat Kesalahan GPS
Dalam hal emisi CO2, Ryanair mengklaim memiliki kinerja terbaik di antara pesaingnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kabar4.com
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi TKA China Aniaya Pekerja Lokal & Respons Polisi
Longsor Cisarua Bandung: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas