Ariasa juga meminta perhatian pihak Desa Kemenuh dan jajaran tokoh desa yang secara ekonomi lebih mapan untuk membantu pembinaan kesehatan mental dan kelanjutan pendidikan si anak hilang. “Melalui pola anak dan orang tua asuh,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, KPPAD Bali bersama UPTD PPA dan LK3 Gianyar sempat berkunjung ke rumah si anak pada Senin lalu (11/12). Dari hasil kunjungan, terungkap jika anak ini sudah sering kabur. “Yang terakhir ini yang paling lama. Sebelum-sebelumnya paling pergi dan hilang beberapa hari saja,” ungkapnya.
Di rumahnya, anak ini diasuh oleh kedua orang tua dan nenek. “Dari penjelasan diskusi dengan keluarganya, disebutkan bahwa si anak mulai berubah sejak kelas delapan (2 SMP) dan kenal dengan seorang anak perempuan yang mungkin juga pergaulan lebih bebas sehingga mulai tidak masuk sekolah berulang kali sehingga beberapa kali mendapat peringatan atas pelanggaran disiplin sekolah,” jelasnya.
Baca Juga: Perdayai Empat Gadis Ingusan, Dukun Cabul Dituntut 9 Tahun
Untuk diketahui, sebelumnya, anak ini kabur dari rumahnya. Pihak keluarga telah berupaya mencari si anak lewat media sosial. Postingan yang diunggah oleh keluarganya menampilkan wajah si anak dan sepeda motor matic putih yang dibawanya. ***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarbali.jawapos.com
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi TKA China Aniaya Pekerja Lokal & Respons Polisi
Longsor Cisarua Bandung: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas