Tiba - tiba ia dipanggil oleh Sekretaris Militer Presiden SBY untuk membantu memberikan pertimbangan siapa diantara dua calon Kapolri yang layak.
Baca Juga: Dikemas Seperti Kopi Bubuk, 1 Kilogram Sabu Gagal Beredar ke Madura
"Saya dipanggil Sekretaris Militer, Sekmil Presiden. Saya waktu itu mantan Kapolda Sulteng. Saya tanya ada apa. Presiden SBY lagi pusing, calon Kapolri ada dua. Beliau memilih salah satu masih ragu - ragu, suruh tanya loe," kisah Komjen (Purn) Oegroseno.
Bukannya senang mantan Wakapolri yang saat masih jenderal bintang dua tersebut kaget. Pasalnya ia merupakan salah satu perwira tinggi Polri yang menolak terpidana mati.
Singkat cerita, Komjen (Purn) Oegroseno mengaku tidak bisa memberikan pertimbangan secara obyektif. Dirinya hanya dapat memberi penilaian saja.
"Kalau yang satu ketika ada bawahan yang menghadap suka pegang pipa tidak pernah lihat muka orang. Tapi kalau Pak BHD selalu begini (ajungkan dua jempol). Kalau komunikasi bagus Pak BHD," ujar mantan Wakapolri.
Akhirnya Presiden SBY mengajukan nama Jenderal Bambang Hendarso Danuri sebagai calon tunggal Kapolri tahun 2008 kepada DPR dan kemudian dilantik.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: adatah.com
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi TKA China Aniaya Pekerja Lokal & Respons Polisi
Longsor Cisarua Bandung: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas