GELORA.ME - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau Boy Even Sembiring bercerita beberapa polisi sempat mendatangi satu sekolah di Rempang, Batam, Kepulauan Riau.
Boy menyebut polisi membawa hadiah untuk anak-anak di sana pada Selasa (12/9). Namun, anak-anak justru lari ketakutan.
"Jadi kemarin sempat ada polisi pas Selasa. Niatnya, sih, baik, kayaknya. Tapi, anak-anak malah lari," kata Boy di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta Selatan, Kamis (14/9).
Dia menduga anak-anak masih trauma karena sempat terkena gas air mata saat bentrok polisi dan penolak relokasi demi PSN Rempang Eco City pecah beberapa waktu lalu.
"Mungkin masih takut ya," ujarnya.
CNNIndonesia.com menghubungi Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N untuk mengklarifikasi pernyataan Walhi Riau tersebut, dia hanya mengirim sebuah tautan pemberitaan dari situs jurnalpolisi.
Situs itu memberitakan kunjungan Nugroho Tri beserta jajaran ke sekolah di Tanjung Kertang Kelurahan Rempang Cate, Selasa (12/09).
Dalam kunjungan itu jajaran Polresta Barelang bertemu dengan puluhan murid SDN 024 Tanjung Kertang dan murid SMPN 022 Tanjung Kertang. Adapun tujuan kunjungan itu bagian dari upaya trauma healing pasca bentrok di Rempang.
Disebut situs itu bahwa dalam kunjungan tersebut para murid merasa senang dan terhibur dengan sejumlah acara yang digelar.
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi TKA China Aniaya Pekerja Lokal & Respons Polisi
Longsor Cisarua Bandung: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas