Fakhruddin mengatakan Makmur sebelumnya adalah dokter PNS. Tapi, untuk saat ini, dia telah pensiun. Namun, tenaganya terpakai sebagai pegawai rumah sakit Bahagia yang bertugas mengurus manajemen.
"Beliau ini memiliki jabatan struktural yang hanya mengurus manajemen. Ia tidak melayani pasien," jelasnya.
Karena persoalan ini berada diluar rumah sakit, sehingga Makmur tidak diberikan bantuan hukum untuk menghadapi kasus penganiayaan yang dilaporkan di polisi itu.
Makmur Diduga Depresi
"Menurut informasi teman-teman di kantor, beliau kerap menyendiri dan murung. Jadi karena mungkin dia ada masalah tujuan datang ke warkop untuk refreshing minum kopi sambil main catur tapi tiba-tiba ada anak yang mengganggu dengan refleks dia melakukan tindakan seperti itu," tuturnya.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi TKA China Aniaya Pekerja Lokal & Respons Polisi
Longsor Cisarua Bandung: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas