Meski teknologi terus berkembang, Fransiscus Soerjopranoto menyoroti beberapa tantangan besar dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. "Limitasi infrastruktur pengisian daya menjadi kendala utama. Perubahan dari mengisi bensin ke mengisi listrik membutuhkan adaptasi dan kesiapan ekosistem," jelasnya.
Hingga saat ini, Hyundai telah membangun lebih dari 250 charging station dan bekerja sama dengan lima operator mitra hingga total 880 titik pengisian, di luar 3.500 SPKLU yang tersebar di seluruh Indonesia.
Edukasi Konsumen dan Kemandirian Produksi Lokal
Edukasi konsumen menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Hyundai telah melakukan edukasi pasar sejak 2020 untuk membantu masyarakat memahami keunggulan kendaraan listrik. Selain itu, kemandirian produksi lokal perlu diperkuat agar industri EV nasional tidak bergantung pada impor.
Visi Masa Depan: Pengembangan Ekosistem Hidrogen
Langkah strategis Hyundai tidak berhenti pada elektrifikasi. Perusahaan kini fokus pada pengembangan energi hidrogen sebagai solusi mobilitas jangka panjang. Bersama Pertamina dan Pemerintah Jawa Barat, Hyundai mengembangkan proyek hydrogen ecosystem di TPA Sarimukti yang mengubah limbah menjadi sumber energi terbarukan.
Pabrik Sel Bahan Bakar Hidrogen Global Hyundai
Hyundai Motor Company secara resmi memulai pembangunan pabrik produksi sel bahan bakar hidrogen terbaru di Ulsan, Korea Selatan. Fasilitas ini ditargetkan rampung pada 2027 dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 30.000 unit sel bahan bakar hidrogen yang dioperasikan di bawah merek HTWO (Hydrogen for Humanity).
Proyek ini memperkuat posisi Korea Selatan dan Hyundai Motor Group sebagai pionir global dalam transisi menuju energi bersih, sekaligus menunjukkan komitmen strategis perusahaan dalam mendorong transisi menuju masyarakat berbasis hidrogen.
Artikel Terkait
Review Polytron Fox R: Ojol Tempuh 200 Km, Biaya Cuma Rp 10 Ribu!
Hyundai New Creta Alpha 2026: Review Lengkap Spesifikasi, Fitur, Harga & Keunggulan
Afeela by Sony Honda Mobility: Mobil Listrik Pertama dengan PS Remote Play untuk Main Game PS5
Mobil Nasional i2C: SUV Listrik Indonesia Harga di Bawah 300 Juta?