Waspada Siklon Tropis Aktif, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ekstrem dan Angin Kencang
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi siklon tropis yang mulai aktif di wilayah selatan Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem ini berpotensi memicu hujan lebat disertai angin kencang, terutama di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
Periode Aktif Siklon Tropis dan Dampaknya
Berdasarkan pemantauan BMKG, periode siklon tropis di wilayah selatan Indonesia diprediksi mulai aktif pada November 2025. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi terbentuknya sistem tekanan rendah di sekitar Samudera Hindia yang dapat berkembang menjadi siklon tropis. Dwikorita menegaskan, "Siklon tropis yang berkembang di Samudera Hindia dapat memicu peningkatan curah hujan secara drastis dan menyebabkan banjir besar di wilayah pesisir."
Kondisi La Nina dan Dampaknya di Indonesia
BMKG juga memantau perkembangan fenomena La Nina. Data menunjukkan anomali suhu muka laut di Pasifik tengah dan timur pada September 2025 sebesar -0,54 derajat celsius dan pada Oktober sebesar -0,61 derajat celsius. Kondisi atmosfer juga menunjukkan penguatan angin timuran. Meskipun La Nina lemah telah terjadi, fenomena ini diprediksi tidak akan berdampak signifikan terhadap curah hujan di Indonesia. Periode November-Desember 2025 hingga Januari-Februari 2026 diperkirakan tetap berada dalam kategori normal.
Artikel Terkait
Iran Ancam Balas Serangan AS ke Israel: Analisis Risiko Perang Timur Tengah
PPATK Bongkar Ekspor Emas Ilegal Rp155 Triliun, Devisa Negara Bocor ke Luar Negeri
Klaim Dokumen Epstein: Bill Gates Tertular STD dari Gadis Rusia? Fakta & Bantahannya
Strategi Hedging Saudi: MBS Serukan Diplomasi, Menhan Dorong AS Serang Iran