Menyadari potensi besarnya, Pemerintah Jepang secara resmi memosisikan anime, bersama dengan film, gim, manga, dan musik, sebagai industri inti yang strategis bagi perekonomian negara.
Masa depan industri anime Jepang diprediksi akan semakin cerah. AJA memperkirakan bahwa pertumbuhan tidak hanya akan mengandalkan distribusi konten tradisional, tetapi juga dari ekspor seluruh ekosistemnya. Ini termasuk merchandise, kampanye ritel, dan kolaborasi lintas media yang inovatif.
Kesimpulannya, seperti yang dinyatakan oleh Hasegawa, "Anime bukan lagi sekadar cerita. Anime adalah industri budaya yang lengkap dan industri ini dengan cepat mendunia." Pencapaian rekor Rp414 triliun ini membuktikan bahwa anime telah bertransformasi dari sekadar hibungan menjadi sebuah kekuatan ekonomi global yang tangguh.
Artikel Terkait
Klaim Dokumen Epstein: Bill Gates Tertular STD dari Gadis Rusia? Fakta & Bantahannya
Strategi Hedging Saudi: MBS Serukan Diplomasi, Menhan Dorong AS Serang Iran
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser: Diperiksa 4 Februari 2026
Said Didu Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Reformasi Polri hingga Gaza Dibahas