Shutdown AS Masuki Bulan Kedua, Kerugian Diprediksi Capai Rp230 Triliun
Kebuntuan politik di Amerika Serikat terus berlanjut, dengan government shutdown kini telah memasuki bulan kedua. Krisis anggaran yang berkepanjangan ini mengancam stabilitas ekonomi negara adidaya tersebut.
Dampak Finansial Government Shutdown yang Berkepanjangan
Berdasarkan laporan dari Kantor Anggaran Kongres (CBO), kerugian ekonomi akibat penutupan pemerintah AS diperkirakan mencapai USD 14 miliar atau setara dengan Rp 230 triliun. Besaran kerugian ini sangat bergantung pada durasi kebuntuan politik antara Partai Demokrat dan Republik.
Analisis lebih detail memproyeksikan jika shutdown berakhir pada 12 November, kerugian yang ditanggung mencapai USD 11 miliar. Namun, jika kesepakatan baru tercapai pada akhir November, kerugian diprediksi membengkak hingga USD 14 miliar.
Artikel Terkait
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser: Diperiksa 4 Februari 2026
Said Didu Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Reformasi Polri hingga Gaza Dibahas
Dokumen Jeffrey Epstein Dibuka: Nama Elon Musk, Pangeran Andrew, hingga Sergey Brin Terungkap
Iran Siapkan Ribuan Kuburan Massal untuk Tentara AS: Persiapan Perang Terbuka?