Di Jawa Tengah, OMC telah berjalan sejak 25 Oktober 2025. Hingga kini, telah dilakukan 41 sorti penerbangan menggunakan dua pesawat, yaitu Cessna dan Grand Caravan, yang berpusat di Semarang dan Solo. Hasilnya, teknik modifikasi cuaca ini terbukti efektif menurunkan dan mendistribusikan ulang curah hujan.
Dwikorita memaparkan, "Dengan OMC, awan hujan yang cenderung terkonsentrasi di satu titik disebarkan sehingga hujan menjadi lebih merata dan tidak terpusat pada satu lokasi dengan intensitas sangat lebat."
Sementara untuk wilayah Jawa Barat dan Jakarta, operasi yang dimulai sejak 23 Oktober 2025 telah mencatat 29 sorti penerbangan menggunakan pesawat Cessna Caravan. Hasilnya menunjukkan pengurangan curah hujan yang signifikan di wilayah target.
Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi Menghadapi Cuaca Ekstrem
BMKG terus mendorong peningkatan kolaborasi dengan BNPB dan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi hujan ekstrem. Dwikorita menekankan perlunya memperkuat sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan daerah untuk meningkatkan mitigasi risiko bencana serta pengelolaan dampak cuaca ekstrem di lapangan.
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi