Transformasi Projo juga ditandai dengan sinyal kuat bergabungnya organisasi relawan ini dengan Partai Gerindra. Dalam pidatonya di Kongres ke-III, Budi Arie menyampaikan komitmen untuk memperkuat partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
"Kita akan memperkuat seluruh agenda politik Presiden dengan memperkuat partai politik pimpinan Presiden," ucap Budi Arie di hadapan para kader.
Ketua Umum Projo itu membenarkan bahwa partai yang dimaksud adalah Gerindra. "Nggak usah diterjemahin lugas-lugas, kalian sendiri terjemahin, ya. Tapi iya, pasti Gerindra," katanya sambil tersenyum.
Meski akan bergabung dengan Gerindra, Budi Arie menegaskan bahwa Projo tidak akan berubah menjadi partai politik. "Projo tidak akan menjadi partai. Tapi akan bergabung," tegasnya.
Transformasi Projo Disetujui Jokowi
Budi Arie memastikan bahwa langkah transformasi Projo ini telah dikomunikasikan dan mendapat persetujuan dari Jokowi. Mantan Presiden tersebut disebut memahami kebutuhan organisasi untuk beradaptasi dengan tantangan politik baru.
"Sepakat. Kita harus mentransformasikan Projo. Karena tugas Projo sudah mengawal pemerintahan Pak Jokowi dua periode, dan sekarang kita menghadapi tantangan baru," ucap Budi Arie.
Mengenai ketidakhadiran Jokowi dalam kongres, Budi Arie menjelaskan bahwa hal itu disebabkan oleh pertimbangan kesehatan. "Karena pertimbangan tim dokter, Pak Jokowi tidak boleh menghadiri kerumunan. Tapi beliau mengirimkan video dan menyampaikan salam," pungkasnya.
Artikel Terkait
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut