Sejarah Penanganan Banjir Jati Padang
Abdul mengungkapkan bahwa masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan telah ada rencana solusi permanen untuk banjir di Jati Padang. Rencana tersebut mencakup pelebaran kali dan normalisasi kali hingga lebar 20 meter atau pembuatan embung.
"Karena terbentur pandemi Corona dan adanya penggantian gubernur, rencana tersebut tidak dilanjutkan oleh gubernur berikutnya," paparnya.
Ia menambahkan bahwa tanpa normalisasi kali atau pembuatan embung, masalah banjir akan terus berulang. Penyempitan kali yang terjadi secara bertahap menyebabkan debit air semakin tinggi dan berpotensi banjir更大.
Dampak Banjir bagi Warga Jati Padang
Banjir di Jati Padang mempengaruhi 10 dari 15 RT yang ada. Saat ini, 8 RT sudah dalam kondisi kering, namun bantuan pasca banjir masih sangat dibutuhkan.
"Bantuan makanan dan pakaian sudah ada di pengungsian saat kejadian, dari Pemprov dan donatur. Tapi sekarang pasca banjir tidak ada lagi, sementara warga membutuhkan pengobatan untuk batuk, gatal, dan diare," jelas Abdul.
Warga Jati Padang berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat segera mengambil tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah banjir yang telah berlangsung bertahun-tahun di wilayah mereka.
Artikel Terkait
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi
Jokowi Bicara Sous Korupsi Haji: Setiap Kasus Pasti Mengaitkan Saya
Sally Siswi SMK Letris Pamulang Hilang 2026: Kronologi Lengkap & Perkembangan Terbaru Pencarian
Teman Kuliah Jokowi di UGM Bantah Ijazah Palsu: Roy Suryo Mengada-ada, Ini Faktanya