Rekaman kejadian berasal dari kamp tahanan Sde Teiman, sebuah lokasi yang digunakan untuk menahan sejumlah anggota Hamas dan warga Gaza lainnya selama konflik berlangsung.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi bahwa penyelidikan kriminal atas kebocoran video masih berlangsung. Ia juga menyatakan bahwa Yerushalmi sedang menjalani masa cuti paksa sebelum pengunduran dirinya resmi diajukan.
Pembelaan Yerushalmi dan Komitmen Hukum
Dalam surat pengunduran dirinya, Yerushalmi membela tindakannya sebagai upaya untuk menangkis propaganda negatif terhadap departemen hukumnya. Meski menyebut para tahanan di Sde Teiman sebagai "teroris terburuk", ia menegaskan bahwa sebutan itu tidak menghilangkan kewajiban untuk menyelidiki setiap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh tentara Israel.
"Saya sangat menyesal, pemahaman dasar ini, bahwa ada tindakan yang bahkan tidak boleh dilakukan terhadap tahanan yang paling keji sekalipun, tidak bisa lagi meyakinkan semua orang," tulisnya.
Laporan Pelanggaran HAM dan Investigasi Berkelanjutan
Berbagai kelompok HAM internasional telah melaporkan dugaan pelanggaran berat yang dilakukan tentara Israel terhadap warga Palestina selama perang Gaza. Militer Israel sendiri mengaku sedang menyelidiki puluhan kasus serupa, namun menegaskan bahwa pelanggaran yang terjadi tidak bersifat sistematis.
Artikel Terkait
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut