"Memang Mikrotrans ini kami tidak mau seakan-akan jadi milik pribadi. Di lapangan kan seperti itu, nyetir bawa keluarganya, anaknya ada di sampingnya — itu tidak boleh terjadi. Tetap harus bekerja profesional," tegas Pramono Anung.
Usulan Tarif Rp1.000 untuk Layanan JakLingko
Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengusulkan penerapan tarif JakLingko sebesar Rp1.000 per penumpang. Menurutnya, tarif tersebut masih terjangkau bagi masyarakat dan lebih baik daripada layanan yang sepenuhnya gratis.
"JakLingko itu kan gratis ya. Sebaiknya bayar Rp1.000 saja. Tidak bagus kalau gratis seperti itu. Kalau tarifnya Rp1.000, masyarakat masih sanggup, masa tidak sanggup bayar Rp1.000," kata Djoko Setijowarno.
Kebijakan tarif JakLingko dan peningkatan kualitas layanan Mikrotrans Jakarta ini terus dikembangkan untuk menciptakan transportasi umum yang lebih baik bagi warga Ibu Kota.
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi