Mengapa Prabowo Diperkirakan Tidak Hadir di Kongres Projo?
Projo, yang merupakan akronim dari "Pro Jokowi", secara historis identik dengan kelompok pendukung mantan Presiden Joko Widodo. Eksistensi kelompok dengan basis dukungan personal seperti ini dianggap tidak relevan lagi pasca masa jabatan Jokowi berakhir. Kehadiran seorang Presiden dalam acara semacam ini berisiko ditafsirkan sebagai legitimasi terhadap kelompok yang bersifat primordial.
Hal ini dapat menciptakan preseden di mana kultus individu terhadap seorang tokoh dilembagakan. Padahal, dalam konteks berbangsa dan bernegara, semangat persatuan lebih diutamakan daripada pengkotak-kotakan berdasarkan dukungan kepada figur tertentu.
Fungsi Presiden dan Menjaga Persatuan Nasional
Sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memiliki kewajiban konstitusional untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menghadiri acara yang secara eksplisit mengusung nama mantan presiden dapat memicu persepsi publik yang beragam dan berpotensi memecah belah.
Oleh karena itu, meski undangan telah diterima, banyak pengamat yang meyakini bahwa Presiden Prabowo, yang memahami betul fungsi dan tanggung jawabnya, akan memprioritaskan menjaga netralitas dan persatuan nasional. Keputusan akhir mengenai kehadiran beliau tentunya sangat dinantikan.
Artikel Terkait
Iran Siapkan Ribuan Kuburan Massal untuk Tentara AS: Persiapan Perang Terbuka?
Santunan Rp15 Juta dari Mensos untuk Ahli Waris Korban Tewas Banjir Sumatra
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo