"Karena ini kan melibatkan banyak kementerian, banyak ada kementerian perhubungan juga, ada Pak Menko (Airlangga), ada kementerian keuangan, dan ada kementerian lainnya," tambahnya.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya menegaskan komitmennya untuk tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna menutup utang proyek kereta cepat. Ia menilai Danantara memiliki kapasitas yang memadai untuk menangani kewajiban tersebut tanpa membebani keuangan negara.
Lebih lanjut, Purbaya mengusulkan agar Danantara melakukan cicilan utang Whoosh sebesar Rp2 triliun per tahun.
“Mereka cuma perlu bayar Rp2 triliun, kan? Untungnya Rp1,5 triliun. Basically, low cost-nya cuma Rp500 (miliar) yang kurang, kan? Dapat (dividen BUMN) setahun Rp90-100 triliun," jelas Purbaya usai rapat di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Artikel Terkait
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi
Jokowi Bicara Sous Korupsi Haji: Setiap Kasus Pasti Mengaitkan Saya
Sally Siswi SMK Letris Pamulang Hilang 2026: Kronologi Lengkap & Perkembangan Terbaru Pencarian