Ada Sinyal Rahasia? Gerak-Gerik Dua Pria di Belakang Charlie Kirk Disebut Mencurigakan!

- Jumat, 12 September 2025 | 14:20 WIB
Ada Sinyal Rahasia? Gerak-Gerik Dua Pria di Belakang Charlie Kirk Disebut Mencurigakan!




GELORA.ME - Charlie Kirk, aktivis konservatif Amerika Serikat, ditembak mati saat menghadiri acara di Utah Valley University pada 10 September 2025 waktu setempat.


Insiden mengenaskan itu terjadi di hadapan sekitar 3.000 orang saat Kirk sedang berada di atas panggung menjawab pertanyaan tentang penembakan massal yang melibatkan individu transgender.


Satu tembakan menghantam leher Kirk dan membuatnya terhuyung ke belakang sambil memegangi lehernya yang mengeluarkan banyak darah.


Publik dikejutkan oleh sebuah video viral yang menyoroti dua pria yang berdiri di belakang Kirk tepat sebelum tembakan mematikan itu dilepaskan.


"Dua pria yang berdiri di belakang Charlie Kirk tampak seperti memberikan isyarat tangan tepat sebelum tembakan dilepaskan," tulis akun @AdameMedia yang telah ditonton lebih dari 5,7 juta kali.


Salah satu pria mengenakan baju putih dan topi, tampak memegang ponsel dengan tangan kiri seolah merekam sesuatu.


Tangan yang lain tampak seperti mengguncang topi secara halus sebelum menurunkan tangannya kembali.


Pria kedua yang berdiri lebih tinggi dan mengenakan baju hitam disebut-sebut sebagai bodyguard Kirk.


Sekitar dua detik setelah pergerakan pria berbaju putih, pria berbaju hitam mengangkat tangan kirinya untuk menyentuh lengan kanannya.


Beberapa warganet menduga gerakan tersebut adalah semacam sinyal untuk penembak yang menargetkan Kirk dari jarak jauh.


"Kamu bisa menggunakan kamera ponsel untuk memberikan data sasaran kepada penembak saat berdiri di belakang mereka," tulis seorang pengguna X dalam komentarnya.


Warganet itu menjelaskan bahwa ponsel bisa berfungsi seperti alat pengintai digital untuk menangkap dan mengirimkan data real-time tentang target ke penembak.


"Dengan berdiri di belakang penembak, kamu memegang atau memasang ponsel untuk melihat target melalui lensa kameranya," tambahnya dalam penjelasan panjang soal teknik tembak jarak jauh.


Dia menegaskan bahwa teknik itu memungkinkan pengamat memberikan koreksi tembakan seperti "kena 2 inci ke kiri" atau "atur windage ke kanan 0,5 mil."


"Ponsel itu tidak pernah diarahkan langsung ke belakangnya sampai dua isyarat tangan berbeda diberikan tepat sebelum tembakan mematikan dilepaskan," imbuhnya.


Namun sejumlah warganet lainnya menilai bahwa dugaan tersebut hanya cocoklogi dan kebetulan belaka.


Pihak berwenang sempat menahan seseorang usai insiden, tetapi kemudian dibebaskan setelah dipastikan bukan pelaku penembakan.


👇👇



Hingga kini pelaku penembakan masih dalam pengejaran pihak kepolisian dan belum teridentifikasi secara publik.


Kematian Kirk memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari politikus Partai Demokrat maupun Republik.


Presiden Donald Trump bahkan mengumumkan bahwa bendera Amerika Serikat akan dikibarkan setengah tiang sebagai bentuk penghormatan atas kematian aktivis berusia 31 tahun itu.


Acara di Utah Valley University itu merupakan bagian dari tur "The American Comeback Tour" yang digagas Kirk ke 14 kampus di seluruh Amerika Serikat.


Tur tersebut memiliki segmen "Prove Me Wrong" di mana Kirk biasanya berdebat secara langsung dengan para penonton.


Sumber: Suara

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

JOKO Widodo alias Jokowi sudah lengser. Tak lagi punya kekuasaan. Presiden bukan, ketua partai juga bukan. Di PDIP, Jokowi pun dipecat. Jokowi dipecat bersama anak dan menantunya, yaitu Gibran Rakabuming Raka dan Bobbby Nasution. Satu paket. Anak bungsu Jokowi punya partai, tapi partainya kecil. Yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai gurem ini tidak punya anggota di DPR RI. Di Pemilu 2024, partai yang dipimpin Kaesang ini memperoleh suara kurang dari empat persen. Pada posisi seperti ini, apakah Jokowi lemah? Jangan buru-buru menilai bahwa Jokowi lemah. Lalu anda yakin bisa penjarakan Jokowi? Sabar! Semua ada penjelasan ilmiahnya. Semua ada hitung-hitungan politiknya. Manusia satu ini unik. Lain dari yang lain. Langkah politiknya selalu misterius. Tak mudah ditebak. Publik selalu terkecoh dengan manuvernya. Anda tak pernah menyangka Gibran jadi walikota, lalu jadi wakil presiden sebelum tugasnya sebagai walikota selesai. Anda tak pernah menyangka Kaesang jadi ketum PSI. Prosesnya begitu cepat. Tak ada yang prediksi Airlangga Hartarto mundur mendadak dari ketum Golkar. Anda juga tak pernah menyangka suara PDIP dan Ganjar Pranowo dibuat seragam yaitu 16 persen di Pemilu 2024. Persis sesuai yang diinginkan Jokowi. Anda nggak pernah sangka UU KPK direvisi. UU Minerba diubah. Desentralisasi izin tambang diganti jadi sentralisasi lagi. Omnibus Law lahir. IKN dibangun. PIK 2 jadi PSN. Bahkan rektor universitas dipilih oleh menteri. Ini out of the box. Nggak pernah ada di pikiran rakyat. Tapi, semua dengan begitu mudah dibuat. Mungkin anda nggak pernah berpikir mobil Esemka itu bodong. Anda juga nggak pernah menyangka ketua FPI dikejar dan akan dieksekusi oleh aparat di jalanan. Juga nggak pernah terlintas di pikiran ada Panglima TNI dicopot di tengah jalan. Ini semua adalah langkah out of the box. Tak pernah terlintas di kepala anda. Di kepala siapa pun. Ketika anda berpikir Jokowi melemah pasca lengser, ternyata orang-orang Jokowi masuk kabinet. Jumlahnya masih cukup banyak dan signifikan. Ketua KPK, Jaksa Agung dan Kapolri sekarang adalah orang-orang yang dipilih di era Jokowi. Ketika anda tulis Adili Jokowi di berbagai tempat, Kaesang, anak Jokowi justru pakai kaos putih bertuliskan Adili Jokowi. Pernahkah Anda menyangka ini akan terjadi? Teriakan Adili Jokowi kalah kuat gaungnya dengan teriakan Hidup Jokowi. Ini tanda apa? Jelas: Jokowi masih kuat dan masih punya kesaktian. Semoga pemimpin zalim seperti Jokowi Allah hancurkan. inilah doa sejumlah ustaz yang seringkali kita dengar. Apakah Jokowi hancur? Tidak! Setidaknya hingga saat ini. Esok? Nggak ada yang tahu. Dan kita bukan juru ramal yang pandai menebak masa depan nasib orang. Kalau cuma 1.000 sampai 2.000 massa yang turun ke jalan untuk adili Jokowi, nggak ngaruh. Ngaruh secara moral, tapi gak ngaruh secara politik. Beda kalau satu-dua juta mahasiswa duduki KPK, itu baru berimbang. Emang, selain 1998, pernah ada satu-dua juta mahasiswa turun ke jalan? Belum pernah! Massa mahasiswa, buruh dan aktivis saat ini belum menemukan isu bersama. Isu Adili Jokowi tidak terlalu kuat untuk mampu menghadirkan satu-dua juta massa. Kecuali ada isu lain yang menjadi triggernya. Contoh? Gibran ngebet jadi presiden dan bermanuver untuk menggantikan Prabowo di tengah jalan, misalnya. Ini bisa memantik kemarahan massa untuk terkonsentrasi kembali pada satu isu. Contoh lain: ditemukan bukti yang secara meyakinkan mengungkap kejahatan dan korupsi Jokowi, misalnya. Ini bisa jadi trigger isu. Ini baru out of the box vs out of the box. Tagar Adili Jokowi bisa leading. Kalau cuma omon-omon, ya cukup dihadapi oleh Kaesang yang pakai kaos Adili Jokowi. Demo Adili Jokowi lawannya cukup Kaesang saja. Jokowi terlalu tinggi untuk ikut turun dan menghadapinya. Sampai detik ini, Jokowi masih terlalu perkasa untuk dihadapi oleh 1.000-2.000 massa yang menuntutnya diadili. rmol.id *Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Terkini