Serangan terbaru Israel ke ibu kota Iran, Teheran, terjadi pada Jumat dini hari waktu setempat. Beberapa ledakan keras terdengar, yang memicu siaga penuh dari sistem pertahanan udara Iran.
Mengutip Newsweek, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah memberlakukan “keadaan darurat khusus” pasca serangan pendahuluan tersebut.
“Ancaman pesawat tak berawak dan rudal terhadap wilayah Israel dan warga sipil sedang kami antisipasi,” ujar Katz.
Iran membalas dengan menutup seluruh penerbangan dari bandara utama dan mengaktifkan kesiagaan nasional.
Di sisi lain, media Iran, Mehr News Agency melaporkan bahwa serangan Israel menyasar wilayah pemukiman di Teheran—membantah klaim Israel yang menyatakan hanya menargetkan instalasi militer dan situs nuklir.
Dampak Global
Konflik bersenjata antara Israel dan Iran bukan hanya memicu kepanikan regional, tetapi juga mengganggu jalur penerbangan global.
Sejumlah maskapai asing telah membatalkan rute penerbangan ke Timur Tengah, dan risiko meluasnya konflik ke negara tetangga kini menjadi perhatian serius komunitas internasional.
Situasi yang kian tidak menentu ini berpotensi memperburuk krisis geopolitik di kawasan, terutama di tengah kekhawatiran bahwa konflik ini bisa memicu perang terbuka berskala lebih luas
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut