Dalam bidang ekonomi, Wapres Ma'ruf Amin mencermati tantangan terkait muamalah dan perlunya mengembangkan ekonomi syariah.
Baca Juga: Ribuan warga Israel tuntut pemilu segera dan pecat Netanyahu
Ia merinci upaya pemerintah, seperti pembentukan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS).
Ditegaskannya, perlunya konsistensi dan istikamah, namun menyadari bahwa hal itu merupakan tantangan berat. Ia mengajak para ulama untuk berjalan di atas garis lurus, menjaga keseimbangan, dan tidak melampaui batas.
“Saya sering ingatkan bahwa istikamah itu ternyata berat. Ini garis kita nggak boleh bergeser dari garis itu. Kalau sudah bergeser, itu sudah keluar dari garis,” tegasnya.
Sementara itu, pimpinan ponpes Maslakul Huda, KH Abdul Ghaffar Rozin mengungkapkan, jika pesantren Maslakul Huda didirikan oleh Kiai Mahfudh (putra dari Kiai Abdussalam, yang masih keturunan dari Syekh Ahmad Mutamakkin).
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianmerapi.com
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi