Okky menambahkan bahwa sikap Gibran tersebut menunjukkan bahwa ia tak pernah terbiasa dengan debat yang berorientasi pada gagasan dan kepentingan publik.
"Gibran masih menganggap debat ini level cerdas cermat tebak-tebakan. Saya pikir problem Gibran sebenarnya juga dia belum bisa memahami hakikat seorang pejabat publik, apalagi presiden dan cawapres," tegas Okky.
Baca Juga: Kritik Pedas Komika Pandji Pragiwaksono untuk Kubu 01, 02, dan 03, Blak-blakan Golput?
Menurut Okky, Gibran mendegradasi debat yang seharusnya menjadi forum tertinggi adu gagasan.
"Dia menarik level debat itu menjadi lebih rendah dan gagal untuk memberikan yang terbaik untuk publik," lanjut Okky.
Ia juga khawatir bahwa keberadaan Gibran di panggung debat cawapres akan menjadi preseden buruk bagi proses demokrasi di Indonesia.
"Keberadaan Gibran ini akan menjadi sebuah preseden buruk bagi proses demokrasi kita," kata Okky.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayojakarta.com
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi