GELORA.ME - Konflik mematikan di Gaza dimulai pada 7 Oktober, menurut data otoritas Palestina. Serangan awal oleh Hamas di Israel selatan memicu permusuhan, menewaskan lebih dari 1.200 orang dan menyandera lebih dari 200, dengan 136 orang ditahan di Gaza.
Militer Israel melaporkan bahwa sejak dimulainya operasi darat, 184 tentara tewas dan 1.076 terluka. Gaza mengalami exodus massal, dengan hampir 85% populasi, atau 1,9 juta orang, mengungsi. Banyak keluarga terpaksa berpindah berkali-kali mencari keselamatan.
Lebih dari 1,7 juta orang mencari perlindungan di fasilitas PBB untuk pengungsi Palestina, seperti dilaporkan UNRWA. Pada 9 Januari, aksi pemboman intensif Israel dari udara, darat, dan laut terus berlanjut, mengakibatkan lebih banyak korban sipil dan gedung hancur di sebagian besar Jalur Gaza. Situasi yang memprihatinkan terus berkembang di tengah eskalasi kekerasan yang belum reda.
Dalam responnya, kelompok bersenjata Palestina terus menembakkan roket ke Israel, sementara operasi darat dan pertempuran membara melibatkan kedua pihak di berbagai wilayah.
Artikel Terkait
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut