Abunya ditempatkan dalam kapsul polikarbonat kecil kedap udara dan kemudian dikubur di permukaan bulan.
Carolyn C. Porco, pasangan dari Shoemaker mengatakan, tindakan mengubur jenazah ke bulan adalah sesuai dengan keinginan terbesar suaminya sepanjang hidupnya.
“Ia selalu ingin pergi ke bulan sebagai astronot pesawat Apollo dan mempelajari struktur geologis bulan secara langsung,” ungkap Carolyn C Porco, yang dikutip dari IFL Science.
Meskipun setiap hari Shoemaker selalu berkutat dengan pekerjaannya dalam meneliti planet, namun dirinya tetap tidak bisa memenuhi keinginannya untuk menjadi astronot, karena mengidap penyakit Addison.
Setelah kematian Shoemaker, Porco memutuskan untuk meminta NASA mengirimkan abu kremasi Shoemaker ke bulan.
NASA kemudian menyetujui misi tersebut dan menguburkan abu kremasi Shoemaker di permukaan bulan melalui perusahaan Celestis.
"Saya rasa ia tidak pernah bermimpi abunya akan dibawa ke bulan. Dia (pasti) akan sangat senang," ungkap Porco.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: tigaaksara.com
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi