"Sesuai regulasi mereka harus diungsikan, namun karena belum ada kejelasan mengenai logistik dan hal lain, sementara mereka menginap ke rumah saudara yang di zona aman," jelas Firdaus.
Evakuasi tidak hanya melibatkan 77 orang dari 24 KK, tetapi juga melibatkan 9 ekor sapi ternak yang menjadi perhatian khusus.
Firdaus juga menekankan perhatian terhadap 24 rumah yang berada di lokasi evakuasi.
Pihak terkait terus memonitor perkembangan Gunung Marapi dan berkoordinasi dalam penanganan evakuasi.
Warga diminta untuk tetap tenang dan mematuhi petunjuk evakuasi yang telah disampaikan.
Baca Juga: Tragedi Demi Agoglia, Perempuan Inggris yang Meninggal Setelah Operasi BBL di Turki
Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya korban atau kerusakan signifikan akibat peningkatan status Gunung Marapi menjadi siaga.
Pemerintah setempat terus berupaya memastikan keselamatan warga dan melakukan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan. ***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianhaluan.com
Artikel Terkait
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut