Gejala-gejala dari varian tersebut antara lain demam, batuk, sesak napas, nyeri otot, sakit kepala, hilangnya indra perasa dan penciuman, sakit tenggorokan, mual dan muntah, hingga diare.
Baca Juga: Razia Tempat Hiburan Malam, Sat Narkoba Polres Payakumbuh Tes Urine Karyawan dan Pengunjung
Varian ini diketahui sudah menyebar di beberapa negara, mulai dari benua Amerika, Eropa, hingga Asia.
Thomas Russo, profesor sekaligus peneliti Universitas Buffalo, menyebutkan tentang proses penyebaran varian tersebut.
''Beberapa data menunjukkan bahwa JN 1 yang merupakan turunan BA 2 86 mungkin akan lebih mudah menyebar dibandingkan varian sebelumnya,'' ujar Russo.
Baca Juga: Sekjend PDI Perjuangan Hasto Klaim Jokowi Tetap Dukung Ganjar, TKN Prabowo: Semua Bisa Klaim
Hanya saja, beberapa penelitian lain menyebutkan bahwa penyebaran pertama BA 2 86 tidak benar-benar menyebar secara parah.
Meski hanya menyumbang sekitar 0,1 persen dari penderita Covid-19, varian ini tetap harus diwaspadai.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianhaluan.com
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi