"Saya menghadiri pengajian Kamisan. Dihadiri para santri dan kiai dari banyak kabupaten. Saya hanya ikut mendengar," kata Mahfud. Mahfud menjelaskan, berbicara politik kebangsaan sah-sah saja dilakukan di instansi pendidikan.
Bicara soal ini, juga tak harus dilakukan saat musim Pemilu. "Bahwa tadi ada kiai bicara politik, bicara pemerintahan. Ya biasa saja.
Tak harus musim kampanye dan Pilpres. Saya kan bicara politik, pemberantasan korupsi, penegakan hukum, tak hanya saat ini," tuturnya. "Jadi sama sekali tidak ada kampanye.
Tidak ada gambar paslon. Ini pengajian rutin Kamis yang diisi dengan pengajian kebangsaan," pungkasnya.
Hadir perwakilan ulama salaf Banten seperti dari tuan rumah yakni KH Junaidi (Pengasuh Ponpes Darul Ulum), serta KH Abdul Mannan, KH Imadudin, KH Hamzah, dan KH Satar.
Selain itu, hadir KH Abdurahman (Warunggunung Rajeg Kabupaten Tangerang), KH Asun (Kemeri Kronjo Kabupaten Tangerang), KH Gomir (Pimpinan Ponpes Darul Ikhlas Cakung), KH Saefuin (Pimpinan Ponpes Darul Falah Cakung), Abah H Satar (Blokang Kecamatan Bandung), KH Hoil (Pimpinan Ponpes Al Muktariah Renged), Abah Haji Sambas (Ketua MUI Kecamatan Binuang) Abah Kiai Hamzah (Kecamatan Carenang), KH Samani (Ragas Carenang), Abah Haji Dahlan (
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi