“Dalam agenda-agenda terbuka Anies, masyarakat memang diberi kebebasan berpendapat. Itu sebagai salah satu kode AMIN saat berkuasa nanti. Namun tidak berarti boleh menghina, memaki, atau menyerang kehormatan orang lain. Apalagi menghina Nabi Muhammad. Ini jadi masalah serius kalau dilakukan,” ujarnya.
Tofa menambahkan, jika AMIN menang di Pemilu nanti, insya Allah AMIN akan menjamin kebebasan berpendapat dan berekspresi pada setiap warga negara, tapi tegas tidak mentolerir pelecehan dan penghinaan terhadap agama dan keyakinan serta simbol-simbol yang dimuliakan oleh agama apapun di Indonesia.
“AMIN dalam perjalanan kekuasaannya nanti tidak akan mengkriminalisasi warga negara yang kritis atau mengoreksi kekurangan pemerintah nantinya. Ingat, tidak ada warga negara yang dipidana hanya karena mengkritik pemerintah,” pungkasnya
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut