"Bayi tersebut, yang diidentifikasi sebagai Muhammad Hani al-Zahar, tewas dalam serangan udara Israel di Gaza," imbuhnya.
Adapun pengumuman penghapusan berita yang diunggah Jerusalem Post berbunyi sbb:
Selama akhir pekan, kami membagikan artikel berdasarkan sumber yang salah. Artikel tersebut tidak memenuhi standar editorial kami dan karenanya dihapus. Kami menangani masalah ini dengan serius dan akan menanganinya secara internal untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Kami menyesali kejadian ini dan tetap berkomitmen untuk menjunjung tinggi standar jurnalistik tertinggi setiap saat.”
Meski media Israel sendiri telah menghapus kabar bohong itu, tetap saja mesin propaganda zionis mengembangkan kabar hoaks itu. Kali ini, mereka menuduh bahwa Hamas telah mengimpor boneka bayi dari China lalu menjadikannya sebagai model korban tewas bom Israel.
Sementara itu, otoritas di Gaza mengatakan kepada Aljazeera bahwa lebih dari 700 warga Palestina telah terbunuh di Gaza selama 24 jam terakhir. Ini merupakan salah satu angka kematian harian tertinggi sejak perang dimulai pada 7 Oktober.
"Dari utara hingga selatan, warga Palestina di Gaza mengatakan tidak ada tempat yang aman," lapor Aljazeera.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut