“Kami memperlakukan awak kapal dengan prinsip dan nilai-nilai Islam,” kata juru bicara kelompok tersebut, tidak mengacu pada pernyataan Israel.
Angkatan bersenjatanya mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka akan terus menyerang kapal-kapal Israel.
Houthi, sekutu Teheran, telah meluncurkan rudal jarak jauh dan serangan drone ke Israel sebagai solidaritas terhadap militan Hamas yang bertempur di Jalur Gaza.
Pekan lalu, pemimpin Houthi mengatakan pasukannya akan melakukan serangan lebih lanjut terhadap Israel, dan mereka dapat menargetkan kapal-kapal Israel di Laut Merah dan selat Bab-el-Mandeb.
Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan, “Kami menyadari situasi ini dan memantaunya dengan cermat.”
Pada hari Sabtu, sebelum serangan itu, penasihat presiden AS Brett McGurk mengatakan kepada Institut Internasional untuk Studi Strategis selama konferensi di Manama bahwa AS siap menghadapi semua kemungkinan di kawasan, dan karena alasan ini, AS telah memindahkan kelompok kapal induk ke wilayah tersebut di Mediterania timur.
“Kami tidak mengerahkan kelompok penyerang kapal induk karena ancaman yang datang dari Hamas,” katanya, namun lebih mengarah pada Iran dan banyak kelompok proksinya, jelasnya dilansir dari Reuters.
“Kami memiliki kapal penjelajah yang dikerahkan di Laut Merah, bukan secara kebetulan,” tegas McGurk.
“Ketika Houthi meluncurkan hampir 30 rudal balistik dan UAV, kami yakin Israel kapal penjelajah kami menghancurkan, menembak jatuh mereka,” katanya.
“Itulah sebabnya kami mengerahkan aset militer kami di sini, dan aset tersebut akan tetap di sini seiring kami berupaya keluar dari krisis ini,” katanya
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi