GELORA.ME - Presiden Jokowi mengakui Presiden Amerika Serikat Joe Biden tidak merespons permintaannya agar AS membantu penghentian kekejaman oleh Israel di Jalur Gaza.
AS merupakan sekutu dekat Israel yang saat ini menyerang Jalur Gaza, kawasan seluas 365 kilometer persegi atau setengah wilayah DKI Jakarta.
Serangan di Gaza oleh Israel telah menewaskan belasan ribu orang, mayoritas anak-anak dan wanita — kelompok yang terlarang diperangi menurut hukum perang internasional.
Untuk menunjukkan kepedulian Indonesia kepada Palestina yang masih dijajah Israel, Jokowi melobi Biden ketika mereka bertemu di Gedung Putih pada pekan lalu.
"Indonesia juga berharap kemitraan kita dapat berkontribusi pada perdamaian dan kemakmuran regional dan global. Oleh karena itu, Indonesia meminta AS untuk berbuat lebih banyak untuk menghentikan kekejaman di Gaza. Gencatan senjata adalah suatu keharusan demi kemanusiaan," kata Jokowi kala itu kepada Biden.
Sayangnya, permintaan Jokowi itu sama sekali tidak direspons Biden.
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi