Atas dasar itu, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini menyebut bahwa pertarungan Pilpres 2024 akan mempertontonkan “peperangan” antara PDIP dengan Jokowi.
“Ya suka tidak suka, senang tidak senang, kita akan melihat 2024 dari sekarang sudah terlihat pertarungan antara kubu Jokowi dan kubu Megawati,” demikian Ujang.
Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyinggung kondisi hukum pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, saat ini manipulasi hukum kembali terjadi.
“Berbagai manipulasi hukum kembali terjadi. Itu semua akibat praktik kekuasaan yang telah mengabaikan kebenaran hakiki dan politik atas dasar nurani," kata Mega melalui kanal YouTube PDI Perjuangan, pada Minggu kemarin (12/11).
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi