Gerakan boikot ini dilakukan sebagai aksi protes dan kecaman terhadap Israel yang menolak gencatan senjata dengan Palestina.
Diketahui, Majalis Umum PBB telah menyerukan gencatan senjata yang didukung oleh 120 negara.
Diketahui, dalam pertemuan Majelis Umum PBB pada Jumat (27/10/2023) lalu, sebanyak 120 negara telah mendukung gencatan senjata antara Israel dan Palestina.
Namun, disisi lain Amerika Serikat dan Israel menolak resolusi gencatan senjata tersebut.
Seperti yang sudah diketahui, perang antara Israel dan Palestina sudah berlangsung sejak 7 Oktober 2023 lalu.
Dan hingga saat ini masih terus berlanjut dan mengakibatkan semakin banyak korban yang berjatuhan.
Melansir Associated Press (AP), per hari hari Minggu (29/10/2023) korban tewas di pihak Palestina akibat perang ini sudah mencapai 8.005 orang.
Baca Juga: Lionel Messi: Barcelona Klub yang Saya Cintai, Memberi Saya Segalanya, Mengapa Tak Kembali?
Korban merupakan warga Palestina, dan sebagian korban tewas diantaranya merupakan anak-anak. ***
Sumber: suaramerdeka
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi