Hal ini lantaran Indonesia kata Rocky Gerung, memiliki masalah di Rempang, dan Papua. Jadi, menurutnya hal ini begitu sayang sekali, ketika sejarah tiba, Indonesia tidak siap untuk jadi penengah.
"Itu sebetulnya kegagalan Jokowi di tingkat internasional, walau pun Indonesia berhutang dari awal pada ucapan pertama ketika Indonesia meredeka, Palestina mendukung kemerdekaan Indonesia itu," ungkap Rocky Gerung.
Memang ia akui, Indonesia mengatakan kemerdekaan Palestina itu satu poin. Akan tetapi bagi masyarakat sipil juga mengatakan seperti itu.
"Namun yang kita sayangkan Indonesia tak bisa berperan di situ untuk menandingi hegemoni negara-negara barat yang telah bersatu untuk membackup Israel," bebernya.
Masih lanjut menurutnya, mungkin tindakan Israel ini merupakan ancaman terakhir dan ultimatum yang membuat publik internasional menganggap Israel gila.
"Tetapi Israel ini semacam ujian, apakah persayaratan untuk jadi negara itu harus ditentukan oleh kombinasi antara kekuatan bersenjata dan deplomasi," ujar Rocky.
Padahal sebetulnya, Palestina itu secara lama sudah tiga puluh tahun, menunggu resolusi PBB yang menghendaki Palestina dimerdekakan Israel.
Lanjut Rocky Gerung menuturkan, publik Indonesia menilai Palestina sependeritaan ketika Indonesia dijajah dan menuntut kemerdekaan.
"Dan Indonesia seharusnya pastikan, bukan sekadar basa basi deplomasi, tetapi dukungan real, apa yang mesti dilakukan pada Pelestina bila diminta Indonesia memberi poin yang lebih rasional," pungkas Rocky Gerung.
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi