Dalam beberapa tahun terakhir, milisi di Irak tercatat konsisten menyerang pasukan AS di negara tersebut dan kedutaan AS di Baghdad. Milisi Irak banyak meluncurkan serangan roket ke AS namun mereda tahun lalu.
Faksi-faksi dukungan Iran ini tak lagi menyerang AS karena kesepakatan gencatan senjata.
Sementara itu, di Yaman, milisi Gerakan Houthi memperingatkan pada Selasa (10/10) bahwa mereka akan menanggapi intervensi AS di Gaza dengan drone, rudal, dan senjata lainnya.
Kelompok itu menyatakan siap bekerja sama dengan faksi lain dari "Poros Perlawanan" yang mencakup faksi-faksi Muslim Syiah bekingan Irak dan Hizbullah Lebanon.
Gerakan Houthi Yaman sendiri pernah memerangi koalisi pimpinan Saudi sejak 2015. Saat itu ratusan ribu orang tewas.
Ancaman serangan sejumlah faksi ini dilontarkan setelah AS menyatakan bakal memberikan amunisi tambahan ke Israel dan mengerahkan sekelompok kapal induk USS Gerald R Ford ke kawasan Mediterania Timur.
Saat ini AS bahkan dilaporkan sudah mulai mengirim amunisi dan peralatan militer ke Israel.
Sumber: cnnindonesia
Artikel Terkait
Puslabfor Polri Ungkap Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah: Hasil Analisis Forensik Lengkap
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut