Laporan reporter CNN di lapangan Nic Robertson hanya mengatakan bahwa terjadi pembunuhan di Kibbutz.
Tabloid Inggris, Metro, juga mengunggah headline berjudul "40 bayi dibunuh Hamas". Namun, kabar itu disangkal oleh Sky News yang menyatakan bahwa kepala korespondennya di lapangan tidak melihat ada bukti bahwa bayi-bayi Israel dipenggal oleh Hamas.
Memang, banyak video atau foto yang ditudingkan sebagai kekejaman Hamas berseliweran di media sosial menyusul perlawanan Hamas yang tak terduga pada 7 Oktober lalu. Setelah diverifikasi, tak sedikit postingan itu hoaks atau propaganda kubu pro-Israel.
Per Selasa (10/11), jumlah korban jiwa perang Israel-Hamas mencapai 1.900 orang. Jumlah itu terdiri dari 900 warga Palestina dan 1.000 warga Israel.
Saat ini Israel telah memblokir total Gaza — wilayah jajahan Israel yang menjadi "penjara terbesar" di dunia akibat blokade sejak 2006. Saluran air dan listrik di Gaza juga diputus oleh Israel.
Sumber: kumparan.
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi