Irin mengungkapkan, warga sekitar merasa kehilangan mata pencaharian dengan adanya proyek reklamasi tersebut.
Pasalnya, proyek tersebut membuat akses perahu nelayan menjadi tertutup.
"Penghasilan menurun, alur kapal nelayan jadi tertutup, jadi kami harus nyari lokasi lain buat bersandar kapal, lokasi ya jadi lebih jauh," ujarnya.
Selain itu, Irin juga mengatakan bahwa warga mengeluhkan adanya dampak debu dari aktifitas proyek reklamasi tersebut.
"Iya dampak debu juga kena kita, aktivitas mereka sampe sekitar jam 5 sore, abis itu berhenti," ucapnya.
Sementara, keluhan serupa juga diungkapakan warga lainnya bernama, Mulyadi.
Menurut Mulyadi, dengan adanya proyek reklamasi tersebut warga bahkan tak dapat lagi mencari umpan untuk memancing.
"Iya pak, sejak ada proyek ini kami nyari kepiting untuk umpan mancing aja udah enggak bisa,"
Lebih lanjut, Mulyadi mengatakan bahwa warga pun tak pernah pernah mendapat himbauan terkait proyek reklamasi itu.
"Enggak ada, apalagi mau nawarin pekerjaan buat kami ini," pungkasnya.
Sumber: tribunnews
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi