"Makanya yang mendirikannya itu adalah Pak Harto, Pak Habibie, peletakan batu pertamanya itu Mba Tutut. Kemudian uang-uang dari partai politik masuk kesana," terang Guru Gembul. Sehingga menurutnya dalam konteks ini bisa saja ponpes Al-Zaytun itu adalah laboratorium yang dibuat pemerintah.
"Makanya saya minta buktikan dalam konteks ini, bisa saja bahwa Al-Zaytun adalah laboratorium yang dibuat oleh pemerintah untuk menetralisir," ujar Guru Gembul.
Jika kemudian pada akhirnya sosok Panji Gumilang mengeluarkan atau menyatakan fatwa-fatwa yang aneh, maka itu adalah bukan merupakan fatwa asli darinya. "Itu adalah upaya untuk ngeles (berbohong).
Upaya untuk mencari legitimasi atau mencari pembenaran, atau lompat dari topik yang sesungguhnya," ujar Guru Gembul seraya tersenyum.
Salah satunya adalah saat Panji Gumilang berkata bahwa, 'Mahzab kami adalah mahzab Bung Karno', padahal sebenarnya tidak ada mahzab Bung Karno.
Bahkan Guru Gembul juga yakin bahwa Panji Gumilang tidak akan mengamalkan ajaran Bung Karno dalam hal itu. ""Dan Bung Karno juga tidak pernah mengatakan bahwa beliau memiliki otoritas untuk itu.
Kecualil dalam bukunya yang Islam Sontoloyo," ujar Guru Gembul. Menurut Guru Gembul, terkait dalam banyak hal, itu adalah bukan soal penafsiran atau bukan soal mana yang sakral namun masalah pergumulan politik.
"Bukan soal mana yang sakral, mana yang tidak. Itu sebenarnya adalah masalah pergumulan politik dari orang-orang di zaman dulu," terang Guru Gembul.
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Mundur Massal Pimpinan OJK & BEI: Dampak Free Float dan Tantangan untuk Prabowo
Trading Halt IHSG 2026: Analisis Lengkap Peran MSCI dan Hedge Fund Global
Update Longsor Bandung Barat: 60 Korban Ditemukan, 20 Masih Hilang - Operasi SAR Terus Berlanjut
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial & Alarm Demokrasi