"Dia memaksakan diri tampil di panggung PSI untuk tampil sebagai ‘si sakit yang terus disakiti’," tulis Dokter Tifa. Ia meyakini strategi ini dilakukan Jokowi sebagai respons terhadap berbagai kritik yang diterimanya.
Pidato dan Pengulangan Kata-Kata
Dokter Tifa juga menyoroti pidato Jokowi yang diulang-ulang dengan suara parau. Ungkapan "Saya masih sanggup" yang berkali-kali diucapkan dinilainya sebagai ekspresi psikologis yang justru memunculkan respons sinis dari sebagian publik.
Lebih lanjut, ia menilai kondisi kesehatan Jokowi telah dijadikan komoditas politik. Kritiknya ditutup dengan pernyataan reflektif mengenai ambisi kekuasaan yang menurutnya hanya dibatasi oleh kematian.
Kehadiran Jokowi di Rakernas PSI ini terus menjadi perbincangan hangat di media sosial dan ruang publik, menyoroti dinamika politik pasca-kepresidenan serta batasan antara kehidupan privat dan peran publik seorang mantan pemimpin.
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Temui Siti Zuhro & Susno Duadji: Pertemuan Oposisi atau Dialog Biasa?
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri: Analisis Hukum dan Dampaknya bagi Institusi Polri
Jokowi dan PSI: Komitmen Politik Pasca Jabatan, Janji Turun ke Daerah hingga Kontroversi
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan