Dokter Tifa mengungkapkan kekecewaannya karena permintaan untuk meninjau ijazah justru dipenuhi di akhir sesi, setelah enam jam diskusi berlangsung. Proses penunjukkan dilakukan hampir tengah malam, di saat kondisi fisik dan pikiran para pihak yang hadir sudah lelah.
Ia memperingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam ilusi transparansi. Menurutnya, persoalan ini bukan lagi tentang keaslian ijazah semata, melainkan perang konsistensi.
Ijazah Bukan Dokumen Tunggal
Dokter Tifa juga mengingatkan bahwa ijazah bukanlah dokumen yang berdiri sendiri. Ada banyak dokumen pendukung lain yang turut menjadi bahan penelitian, seperti transkrip nilai, skripsi, hingga kartu registrasi.
"Ada sekitar 700 dokumen lainnya yang disita Polda dari UGM. Bagi saya, semua bahan itu menjadi dasar bahwa kegiatan penelitian kami akan terus berlanjut," pungkasnya.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen