Islah menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan hanya terletak pada praktik bisnis industri air minum kemasan, tetapi pada lemahnya kebijakan negara dalam menjamin hak dasar warganya atas air bersih.
“Untuk kebutuhan tenggorokan rakyat yang paling pokok pun, negara ini dikalahkan oleh galon isi ulang,” tambahnya.
Menurut Islah, fenomena maraknya industri air kemasan merupakan cerminan nyata dari ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola sumber daya air secara adil dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa jika negara benar-benar hadir, masyarakat tidak perlu bergantung pada air kemasan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Sebagai informasi, Aqua dalam laman resminya menyatakan bahwa sumber air yang digunakan berasal dari akuifer tertekan pada kedalaman 60-140 meter. Akuifer tertekan merupakan lapisan air yang dilindungi secara alami oleh lapisan batuan yang tidak dapat ditembus air.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen