Dia menuturkan, seorang aktivis 98 seperti Noel telah memperjuangkan Reformasi RI lantaran geram, dengan kepemimpinan yang korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
"Kan ini satu hal yang sebut saja satu paradoks. Mereka yang dari awal aktif 98 berupaya untuk membersihkan negeri ini dari KKN, tapi akhirnya harus menasibkan dirinya seperti yang dia tentang," urai Rocky.
Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI) itu menduga, fenomena OTT Noel dalam perkara dugaan korupsi kali ini disebabkan karena mental kekuasaan yang cenderung korup.
"Apa masalahnya? Karena kerakusan kekuasaan, dan itu yang diperlihatkan dalam OTT Wakil Menteri Saudara Noel, yang menunjukkan bahwa tidak ada semacam pelembagaan nilai pada para aktivis ini," demikian Rocky menambahkan
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan
Kaesang Pangarep Berjanji Keras di Rakernas PSI: Targetkan Kemenangan Besar di Pemilu 2029
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026