GELORA.ME -Pemilu 2024 seolah telah menjadi ajang bagi kaum elite dan intelektual politik untuk memutar otak membangun narasi tentang Presiden Joko Widodo.
Sebagian besar tampak frustasi lantaran diharuskan membangun narasi secara massif bahwa demokrasi di tangan Presiden Jokowi dalam bahaya.
Kebingungan terjadi karena pada dasarnya mereka merupakan orang-orang yang selama ini menjadi pendukung utama Jokowi. Mereka dulu menganggap Jokowi orang paling tepat untuk menjaga demokrasi setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Artikel Terkait
Dokter Tifa Kritik Jokowi di Rakernas PSI: Strategi Playing Victim?
Prabowo Subianto Temui Siti Zuhro & Susno Duadji: Pertemuan Oposisi atau Dialog Biasa?
Kritik Gatot Nurmantyo ke Kapolri: Analisis Hukum dan Dampaknya bagi Institusi Polri
Jokowi dan PSI: Komitmen Politik Pasca Jabatan, Janji Turun ke Daerah hingga Kontroversi