"Hari ini kami datang, kami hadir, bukan sekedar sebagai calon presiden-calon wakil presiden, tapi kami berdua adalah murid-murid dari kiai, alim ulama habaib," ungkapnya.
Sebelumnya Ketua Pelaksana Itjima Ulama 2023, Habib Hanif Alatas, mengatakan ada beberapa hal yang akan dibahas dalam Ijtima Ulama tersebut.
Mulai dari perang yang melanda Palestina, penanggulangan LGBT hingga urusan politik penentuan dukungan dalam Pemilu 2024.
"Rekomendasi kriteria kepemimpinan yg diharapkan menjadi panduan bagi ummat islam dalam memilih pemimpin," ujar Hanif di Menara Hijau, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2023). "Rekomendasi sikap dalam Pemilu 2024," bebernya.
Dalam kesempatan yang sama, Penanggung Jawab Ijtima Ulama 2023, Muhyidin Junaidi berpesan masyarakat harus memilih pemimpin berani untuk melakukan perubahan.
"Oleh karena itu kita harus cerdik memilih menjatuhkan pilihan kepada calon pemimpin yang punya capacity, punya visi, punya keberanian untuk melakukan perubahan bagi Indonesia yang lebih maju, aman dan damai," pungkasnya
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Rahasia dengan Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Triliunan
Kaesang Pangarep Berjanji Keras di Rakernas PSI: Targetkan Kemenangan Besar di Pemilu 2029
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026