Besarnya pengaruh dan kuasa Presiden Jokowi, kata Dedi, bahkan membuat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kehilangan sikap kesatrianya.
"Dan memprihatinkannya, Prabowo yang seharusnya menjadi kesatria justru terlibat dalam tindakan nepotis ini,” kata Dedi.
Dedi melihat, bukan cuma perkara intervensi putusan Mahkamah Konstitusi (MK), namun Presiden Jokowi juga membiarkan anak buahnya terlibat kampanye politik. Padahal jelas-jelas Jokowi menginstruksikan agar pejabat bersikap netral.
”Dengan adanya anggota kabinet, Raja Juli Antoni, Bahlil Lahadalia, Budi Arie, dan lainnya dalam aktivitas kampanye Gibran, itu sudah jelas bahwa presiden menjadi sumber masalah,” demikian Dedi
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bantah Harga Chromebook Rp 10 Juta, Ini Harga Riil di Sidang Tipikor
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Lagi: Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Kontroversi Video Rektor UGM: Perbedaan Tahun Kelulusan Jokowi Dikritik Netizen